Amalan Menjemput Rezeki Tengah Malam. Hanya 1 Minit Masa Anda..JOM SHARE!!!

Amalan Menjemput Rezeki Tengah Malam. Hanya 1 Minit Masa Anda

BISMILLAH

Alhamdulillah. Kerana kita diberikan peluang sehari lagi untuk bernafas di bumi Allah ini. Dengan kesedaran bahawa, kita hanya menumpang. Kita hanya meminjam milik Allah. Nafas, udara, cahaya, angin, dan banyak lagi.. yang semuanya milik Allah.…..

Bersyukurlah. Rezeki datangnya dalam pelbagai bentuk. Bukan sekadar dalam bentuk duit, rezeki boleh jadi kesihatan yang baik, mungkin juga mendapat pasangan yang membahagiakan, mendapat anak yang soleh, dan diberikan ibu bapa penyayang.. itu pun rezeki.

Hanya 1 Minit Sahaja Tips Menjemput Rezeki Tengah Malam

Dari ceramah Ustaz Ebit Lew, ketika terjaga tengah malam, kalau dapat buat tahajjud itulah yang terbaik. Niatkan sebelum tidur untuk bangun tahajjud.

Namun jika penat sangat atau tak larat, dalam keadaan duduk, bacalah

Laa ilahaillahu wahdahu laasyarikalah. Lahulmulku walahul hamdu yuhyiwayumitu wahua’la kullisyai inqodir.

Diikuti dengan SubhanaAllah, Alhamdulillah, La ilahaillah, Allahuakbar, La haula wala quwwata illabillah. Dan berdoa.. Allahummaghfirli..(Ya Allah ampun kanlah dosa-dosaku.)

“Allah berkata kepada malaikat, lihatlah hambaKu bangun dan memujiKu di tengah malam, makaKu ampunkan semua dosa-dosanya. Dan mintalah apa hajat kita.”…..

~Riwayat Bukhari

Daripada hadis di atas, dapat disimpulkan bahawa betapa penyayangnya Allah hinggakan bila kita terjaga di tengah malam namun terlalu penat untuk solat Tahajjud, maka Allah beri kelapangan lagi cukup dengan zikir-zikir dan memujinya, sudah diberikan keampunan dan ditunaikan hajat yang dipohonkan. Mohonlah limpahan rezeki, mohonlah diluaskan pintu hidayah dan taubat untuk kita dan ahli keluarga. Insyaa Allah, doa-doa kita dimakbulkan.

Wallahua’lam. Insyaa Allah.

Sudah Baca, Klik Like Dan Komen Dibawah Jika Tulisan Ini Bermanfaat. TQ…..

sumber:islamitusempurna.net

Inilah Sebabnya Nabi Berzikir Dan Bertasbih Menggunakan Jari. Sungguh Menakjubkan!

Inilah Sebabnya Nabi Berzikir Dan Bertasbih Menggunakan Jari. Sungguh Menakjubkan

Salah satu cara untuk mengingati Allah swt adalah dengan berzikir. Zikir juga dapat membuat hati tenteram kerana mengingat sang pencipta setiap saatnya. Zikir dapat dilakukan dimana saja dan dalam keadaan apapun.

Bahkan begitu istimewanya Zikir, Rosulullah SAW menggunakan ruas-ruas jarinya sebagai alat untuk ia zikir. Seperti dalam sebuah hadist:

“Hitunglah (zikir) itu dengan ruas-ruas jari karena sesungguhnya (ruas-ruas jari) itu akan ditanya dan akan dijadikan dapat berbicara (pada hari Kiamat).” (HR. Abu Dawud, no. 1345).

Dalam Hadist lainnya yang menyatakan bahwa zikir alangkah lebih baiknya dilakukan dengan jari-jari tangan kanan, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

“Saya melihat Rasulullah bertasbih (berzikir) dengan (jari-jari) tangan kanannya.” (HR. Abu Dawud, II/81, at-Tirmidzi, V/521, Shahiihul Jami’, IV/271, no. 4865).

Dengan memanfaatkan jari-jari tangan kanan sebagai media untuk berzikir dapat memudahkan setiap muslim untuk mendekatkan diri pada Allah swt dengan zikir.

Terdapat lima ruas pada setiap jari, sehingga jika dikalikan jumlah jari menghasilkan 15 ruas. Dengan dua kali ulangan zikir ditangan maka kita telah melakukan dzikir sebanyak 30 kali. Mudah saja, menghitung zikir dan melakukannya kini dapat dilakukan dimana saja bahkan tanpa membuatnya “terlihat” oleh orang yang dapat menyebabkan riya.

Bagaimana cara Rasulullah berzikir

Teknik zikir yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menghitung dengan jari dan bukan dengan bantuan alat, seperti kerikil atau tasbih.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهُنَّ بِيَدِهِ

“Saya melihat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung zikir beliau dengan tangannya.” (HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth).

Kemudian dari seorang sahabat wanita, Yusairah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kami (para sahabat wanita),

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

“Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).

Yusairah bintu Yasir Al-Anshariyah adalah sahabat wanita. Beliau termasuk salah satu wanita yang ikut menjadi peserta Baiat aqabah.

Ketika menjelaskan hadis Yusairah, Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan,

ومعنى العقد المذكور في الحديث إحصاء العد، وهو اصطلاح للعرب بوضع بعض الأنامل على بعض عُقد الأُنملة الأخرى، فالآحاد والعشرات باليمين، والمئون والآلاف باليسار، والله أعلم

Makna kata ‘al-aqd’ (menghitung) yang disebutkan dalam hadis [pada kata: وَاعْقِدْنَ] adalah menghitung jumlah zikir. Ini merupakan istilah orang arab, yang bentuknya dengan meletakkan salah satu ujung jari pada berbagai ruas jari yang lain. Satuan dan puluhan dengan tangan kanan, sementara ratusan dan ribuan dengan tangan kiri. Allahu a’lam. (Nataij Al-Afkar fi Takhrij Ahadits Al-Adzkar, 1/90).

Ibnu Alan menjelaskan bahwa cara ‘al-aqd’ (menghitung dengan tangan) ada dua:

Al-Aqd bil mafashil (menghitung dengan ruas jari)Al-Aqd bil ashabi’ (menghitung dengan jari)

Beliau mengatakan,

والعقد بالمفاصل أن يضع إبهامه في كل ذكر على مفصل، والعقد بالأصابع أن يعقدها ثم يفتحها

“Al-Aqd bil mafashil (menghitung dengan ruas jari), bentuknya adalah meletakkan hujung ibu jari pada setiap ruas, setiap kali membaca zikir. Sedangkan Al-Aqd bil ashabi’ (menghitung dengan jari), bentuknya adalah jari digenggamkan kemudian dibuka satu persatu.

Haruskah Dzikir dengan Tangan Kanan?

Terdapat hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan,

رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يعقد التسبيح. وزاد محمد بن قدامة -شيخ أبي داود- في روايته لفظ: “بيمينه”

“Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghitung bacaan tasbih dengan tangannya.” Sementara dari jalur Muhammad bin Qudamah – gurunya Abu Daud – terdapat tambahan: “dengan tangan kanannya” (HR. Abu Daud 1502 dan dishahihkan Al-Albani)

Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama menganjurkan untuk menghitung zikir dengan jari-jari tangan kanan saja. Hanya saja, sebahagian ulama menilai bahawa tambahan ‘dengan tangan kanannya’ adalah tambahan yang lemah. Sebagaimana keterangan Syaikh Dr. Bakr Abu Zaid. Sehingga dianjurkan untuk menghitung zikir dengan kedua tangan, kanan mahupun kiri.

Kesimpulan yang tepat dalam hal ini, zikir dengan tangan kanan hukumnya dianjurkan, meskipun boleh berdzikir dengan kedua tangan dibolehkan. Keraa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menggunakan anggota badan yang kanan untuk hal yang baik. Sebagaimana keterangan Aisyah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan bahagian yang kanan ketika memakai kasut, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusan beliau.” (HR. Bukhari 168).

Dan menghitung zikir termasuk hal yang baik, sehingga dilakukan dengan tangan kanan, lebih baik. (Simak Fatwa Islam, no. 139662). Wallahu a’lam.

Sumber: islamitusempurna.net

KETAHUI PERIBADI ANAK IKUT WAKTU LAHIR. SEBARKAN PADA IBU BAPA LAIN AGAR DAPAT MEMAHAMI KARENAH ANAK..JOM SHARE!!!

KETAHUI PERIBADI ANAK IKUT WAKTU LAHIR. SEBARKAN PADA IBU BAPA LAIN AGAR DAPAT MEMAHAMI KARENAH ANAK

Siapa sangka, waktu bayi lahir boleh memberi pengaruh besar terhadap keperibadiannya sehingga dia dewasa. Mari lihat berdasarkan waktu bila anak anda lahir.

Waktu bayi lahir boleh menentukan apa peribadinya pada masa depan. Mungkin sukar untuk percaya, namun ilmu astrologi mengajar yang waktu lahir bayi memang memberikan pengaruh besar terhadap watak si anak.

Mari lihat penjelasan lengkap dari kami untuk mengetahui watak anak anda berdasarkan waktu lahirnya.

Waktu lahir bayi jam 5-7 pagi : waktu subuh

Anak yang lahir di waktu ini adalah anak yang sangat lembut, dia suka kebersihan dan juga suka berpakaian rapi. Anak yang lahir pada waktu subuh sangat peramah, dan bersikap rendah diri.

Dia juga cenderung memiliki akhlak yang sopan. Anak yang lahir waktu subuh sangat sesuai untuk menjadi seorang ahli psikologi kerana karakternya yang memahami orang lain, murah hati, dan selalu membantu orang lain.

Waktu bayi lahir jam 7-9 pagi

Karakter bayi yang lahir di waktu pagi memiliki cita-cita tinggi, dan sedikit kurang sabar juga keras hati.

Namun demikian, dia juga memiliki komitmen kuat, bersifat jujur, harga diri tinggi yang membuatnya boleh mencapai masa depan cerah berkat usahanya sendiri.

Waktu lahir anak jam 9-11 pagi

Bayi yang lahir di waktu awal tengahari akan membesar sebagai seorang yang mementingkan penampilan. Dia juga memiliki sifat tenang, ceria, pintar, pandai berbicara dan pandai menyimpan perasaan.

Dia menyukai persaingan, dan sangat gembira jika boleh memenangi sesuatu dan berada di puncak. Dia juga seorang yang suka merancang secara bijak.

Waktu bayi lahir jam 11 pagi

Jam sebelas pagi adalah masa kelahiran para atlet yang memiliki banyak tenaga dan kekuatan. Dia juga seorang pengembara dan bersikap murah hati.

Anak ini juga memiliki banyak ruang untuk cinta di dalam hatinya. Cinta kepada keluarga dan temannya akan membuatnya menjadi seorang yang suka bekerja keras demi kebahagiaan orang lain.

Waktu lahir anak jam 12 – 1 petang

Anak yang lahir di waktu siang dan pada waktu tengahari khususnya adalah anak yang aktif dan energetik. Dia penuh rasa ingin tahu dan suka bermain.

Selain itu, bayi yang lahir di waktu matahari sedang tinggi memiliki kemampuan mengajar yang bagus.

Dia akan menjadi orang yang bercita-cita tinggi namun penuh rasa tanggungjawab. Dia juga akan mudah bertemu jati dirinya kerana dia tahu apa yang diinginkan dalam hidup ini.

Bayi yang lahir pada pukul 2-5 petang

Anak yang lahir pada jam ini bersopan santun, ramah, tenang, dan lembut. Anak ini juga sering kelihatan sedih, padahal dia hanya sedang berfikir.

Jika diperlakukan secara buruk oleh orang lain, dia akan melawan dan membela diri. Kepercayaan dirinya tersembunyi di sebalik sikap yang tenang.

Dia membenci kekerasan, namun juga bersifat keras kepala untuk meraih kejayaan sebanyak-banyaknya.

Waktu bayi lahir jam 5-7 malam

Anak yang lahir di waktu ini memiliki keperibadian terbuka, namun juga kurang sabar dan cenderung untuk melawan.

Meski demikian, dia akan membesar menjadi seorang yang bijaksana, pintar, berani melakukan hal yang benar, perancang yang baik, dan juga tahu bagaimana caranya untuk bertahan dalam situasi sukar.

Anak in juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Dia mempunyai dedikasi tinggi pada pekerjaan dan juga boleh dipercayai.

Selain itu, dia mudah menarik perhatian orang di sekelilingnya dengan gayanya yang suka bergurau namun tetap tegas saat diperlukan.

Waktu anak lahir jam 7-8 malam

Bayi lahir waktu magrib sehingga Isyak akan membesar menjadi seorang yang penuh rasa empati. Dia akan selalu tulus membantu orang lain. Dia juga memiliki pembawaan diri yang ceria dan menerima apa saja dalam hidupnya.

Waktu lahir anak jam 8-12 malam

Anak yang lahir di waktu malam memiliki kepercayaan diri dan semangat tinggi. Karakter ini boleh dilihat sejak usia muda.

8 – 10 malam: Anak akan suka membantu orang lain dan bertemu kebahagiaan dalam berbuat kebaikan. Sayangnya, dia akan menjadi seorang yang perfectionistdan benci melakukan kesalahan.

10 – 12 malam: Bayi yang lahir pada waktu ini membesar menjadi anak periang. Dia sangat menghargai kreativiti dan pantang menyerah untuk mencapai apa yang diingini.

Waktu bayi lahir 12 malam–4 pagi

Tengah malam hingga menjelang pagi adalah waktu kelahiran anak-anak yang penuh imaginasi. Ia disertai dengan keperibadian yang sedikit sensitif.

Jam 12 malam – jam 2 pagi: Bayi yang lahir ketika ini cenderung memiliki kepercayaan diri tinggi dan berasa senang berkawan. Mereka juga suka berkongsi pengetahuan dan mendorong orang lain untuk berfikiran positif dan menjalani hidup dengan baik. Keluarga adalah hal utama bagi mereka yang lahir di tengah malam.

Jam 2 pagi – jam 4 pagi : Anak yang lahir di waktu awal pagi sehingga menjelang subuh akan membesar menjadi seorang yang mahir berkomunikasi. Dia juga penuh rasa ingin tahu. Peluangnya untuk berjaya dalam karier sangatlah besar. Dia selalu berusaha keras dan teguh menjaga harga diri.

Anak anda lahir pukul berapa? Kongsikanlah.

Semua ramalan di atas adalah berdasarkan ilmu astrologi. Sama ada benar atau tidak, terpulanglah pada diri untuk percaya atau sebaliknya. Paling tidak, ia boleh menjadi panduan karakter yang harus ada pada diri setiap anak itu.

Yang pastinya, jam berapa pun anak anda lahir, dia akan membesar dan mempunyai peribadi yang luar biasa jika betul cara didikan kita. Kan, ibu ayah?

Sumber: gosipcikpeah.pw

MINUM AIR HALIA PANAS, 7 SEBAB WANITA BERKAHWIN PERLU AMALKANNYA. SEBAB NO 3 PASTI MEMBUATKAN ANDA INGIN MULA MENGAMALKANNYA SEKARANG..JOM SHARE!!!

Minum Air Halia Panas, 7 Sebab Wanita Berkahwin Perlu Amalkannya. Sebab No 3 Pasti Membuatkan Anda Ingin Mula Mengamalkannya Sekarang!

Halia memang punya banyak khasiat untuk kaum wanita khususnya bagi yang sudah berkahwin. Antaranya membuang angin dalam badan, membakar lemak, memanaskan tubuh, menguatkan sistem pertahanan tubuh dari penyakit dan banyak lagi. Jadi, buat anda yang belum mengamalkannya, bolehlah mulakan dari sekarang.

Buang Angin

Caranya adalah hiris halia dalam satu atau dua inci dan rendamkan di dalam air panas bersama uncang teh ( teh hijau lagi bagus) tanpa gula. Biarkan selama dua minit dan boleh minum setiap hari. Amalkan ini setiap hari pasti angin dalam badan bebas terbuang dan badan pun kembali segar.

Redakan Tekanan

Halia boleh dibuat minuman dan dijadikan ramuan masakan. Halia juga dikatakan dapat membantu meredakan tekanan dan memulihkan dalaman badan.

Amalkan minum air halia dengan madu setiap hari pasti anda dapat merasai kelainan dan wajah juga tubuh tampak segar. Sekaligus menyerlahkan kecantikan semulajadi.

Turunkan Berat Badan

Halia mengandungi unsur yang membantu melancarkan sistem metabolisme tubuh. Sebab itulah ia banyak digunakan dalam produk menurunkan berat badan.

Hiris halia halus kemudian campurkan dengan air panas, madu dan juga sedikit perahan air limau nipis, amalkan setiap hari pasti ketika perut kosong

Selain itu minum air halia juga berupaya mengurangkan nafsu makan sesuai untuk anda yang sedang diet. Ia turut membantu perut berasa kenyang dalam tempoh yang lebih lama.

Atasi Masalah Pencernaan

Perut kembung, cirit birit atau kejang di bahagian perut ketika datang bulan cuba minum air halia panas. Ia boleh mereda dan merehatkan usus seterusnya mengatasi masalah ini.

Hilangkan Bau Badan

Ramai wanita yang alami masalah ini kan . Badan dah lawa , muka cantik tapi badan berbau. Untuk atasi masalah ini, amalkan minuman halia bersama teh setiap hari, atau pun kunyah halia yang ditumbuk hancur.

Kuatkan Sistem Imun Tubuh

Kandungan dalam halia membantu membersihkan sistem limfa, mengeluarkan racun dan membunuh bakteria yang menjadi punca penyakit.

Menghangatkan ranjang

Bagi yang sudah mendirikan rumah tangga, info ini penting untuk diketahui. Pengambilan halia secara semula jadi membantu melancarkan perjalanan darah dalam tubuh termasuk ke organ reproduksi. Manfaatnya nafsu untuk seks juga akan bertambah terutama buat yang merancang menambah zuriat.

Disebabkan semua manfaat inilah sejak zaman berzaman lagi banyak petua menggunakan halia diperturunkan oleh nenek moyang kita. Jadi tak rugi jika kita amalkannya.

sumber:ceritera.pw

Petua Masak Nasi Supaya Tak Cepat Basi Dan Tahan Lama Sehingga 2 Hari..JOM SHARE!!!

Petua Masak Nasi Supaya Tak Cepat Basi Dan Tahan Lama Sehingga 2 Hari

“Aik, aku baru masak nasi ni pagi tadi. Takkan belum malam lagi dah basi. Terpaksa buang semuanya, dahlah perut tengah berkeroncong ni. Silap teknik agaknya tadi. Apa petua masak nasi yang betul?”

Hairan juga kalau nasi yang kita masak cepat betul basi. Sedangkan, nasi bungkus yang kita beli di warung dan restoran biasanya boleh tahan sampai ke petang walaupun tidak disimpan dalam peti sejuk. Apa rahsia mereka agaknya?

Dengan 7 petua masak nasi ini, anda juga boleh mengelakkan nasi yang dimasak daripada cepat basi.

7 PETUA MASAK NASI SUPAYA TAK CEPAT BASI, BOLEH TAHAN LAMA

Berikut adalah petua masak nasi yang boleh dipraktikkan agar ia tahan lebih lama.

1. BASUH HINGGA BERSIH

Sesetengah orang kata, jangan basuh nasi banyak kali kerana risau semua nutrisi akan keluar. Walaubagaimanapun, jika beras hanya dicuci sekali, ia cenderung akan menjadi cepat basi.

Apa yang anda boleh lakukan adalah mencucinya dengan betul dan pastikan air bilasan beras betul-betul keluar sebelum mencuci kali lagi buat kali kedua atau ketiga.

Selain itu, anda boleh cuba membuat bilasan terakhir dan memasak nasi menggunakan air dari mesin penapis sekiranya ada di rumah.

2. PASTIKAN PERIUK DICUCI BERSIH

Salah satu lagi penyebab masalah nasi cepat basi adalah kerana adanya kotoran atau nasi yang masih melekat pada periuk yang digunakan. Jika diperiksa dengan teliti pada bahagian dalamannya, mungkin terdapat bahagian yang dikotori dengan karat atau kesan wap nasi. Ini boleh menjejaskan fungsi ‘rice cooker’ dan kualiti nasi anda.

Oleh itu, pastikan anda mencuci periuk nasi dengan bersih setiap kali selesai menggunakannya.

3. PERAHKAN LIMAU NIPIS

Sebelum nasi dimasak, perahkan setengah biji limau nipis ke dalam 2-3 pot beras yang dah disukat dengan air. Jangan khuatir, rasa nasi tidak akan berubah meskipun ia telah ditambah dengan perahan limau ini.

Malah, ia menjadikan nasi lebih harum dan tahan lama kerana keasidannya.

4. HILANGKAN WAP NASI SELEPAS DIMASAK

Apabila nasi dimasak dengan rice cooker, jangan lupa buka penutupnya sebaik saja butang ‘cook’ berubah kepada ‘warm’.

Kais-kaiskan sedikit nasi supaya nasi masak secara rata dan biarkan wap yang terkumpul keluar daripada periuk. Dengan cara ini, nasi tidak akan menjadi lembab. Sebelum menutup semula nasi tadi, lapkan penutupnya dengan kain bersih.

Petua masak nasi ini bukan saja menjadikannya tahan lama, tetapi juga menjadikannya teksturnya lembut dan berderai dengan elok. Seperkara lagi, pastikan anda mencabut plug ‘rice cooker’ sekiranya nasi tidak akan dimakan dalam masa terdekat.

5. MASUKKAN SECUBIT GARAM

Selepas mencuci beras dan menyukat air, masukkan secubit garam ke dalam periuk.

Tujuan memasukkan garam adalah supaya nasi yang masak lebih tahan lama, sedap dan kenyal.

6. PANASKAN PERIUK NASI ATAS DAPUR

Kadang-kadang kita terlupa ada nasi dalam periuk semasa balik kampung. Maka, nasi pun berulat dan berair. Walaupun dah dicuci banyak kali, mungkin bakteria masih ada yang aktif dan menyebabkan nasi mudah basi selepas itu.

Untuk mengatasi masalah ini, pengguna Facebook, Puan Suaida Salehudin menyarankan agar telingkupkan periuk nasi atas dapur, kemudian nyalakan api. Tindakan ini dapat membunuh semua bakteria yang masih tinggal sekaligus menjadikan nasi yang dimasak tahan lebih lama.

Tambahnya lagi, petua masak nasi turun-temurun ini memang berkesan dan nasi yang dimasak takkan basi walaupun dah 2 hari.

7. MASAK AIR DALAM PERIUK NASI

Cara ini mungkin mempunyai fungsi yang sama dengan tips ke-6 di atas.

Isikan air di dalam periuk nasi sehingga penuh. Kemudian, masak di atas dapur gas sehingga air mendidih. Boleh memasukkan beberapa helai daun pandan ketika proses ini. Dapur akan wangi semerbak.

Menurutnya, proses masak air sehingga mendidih di dalam periuk nasi ini tidak perlu dilakukan setiap kali hendak masak nasi. Memadai melakukankannya sekali sebulan untuk menjamin ketahanan nasi.

Sumber:pelikdunia.com

Inilah Hukum Bermain Duit Kutu..Jangan Ambil Mudah..JOM SHARE!!!

Inilah Hukum Bermain Duit Kutu..Jangan Ambil Mudah!

Mari beristighfar kepada Allah. Semoga Allah ampunkan dosa-dosa kita yang lalu kerana jahil tidak tahu hukum tersebut.

Kuliah Ustaz Azhar Idrus menerangkan hukum sekiranya bermain duit kutu.

Soalan :

Apakah hukum main duit kutu?

HARAM hukumnya sekiranya tidak menyatakan akad lafaz hutang kpd kawan-kawan.

Sekiranya kita penerima duit kutu pada bulan itu, kita perlu katakan :

“Saya berhutang kepada awak semua”

Sekiranya kita bayar bulan-bulan untuk kutu orang lain kita perlu katakan :

“Saya bayar hutang awak”

Manakala jika kita adalah orang terakhir yg dalam pusingan kutu, kita perlu berkata:

“Saya terima hutang awak semua kpd saya”

Sekiranya semua akad-akad ini dilafazkan maka hukum bermain duit kutu adalah HARUS.

**Jika tidak dilafazkan akad tersebut, hukumnya menjadi HARAM.

Tapi bagaimana dgn hukum main kutu yang dah lepas??

Mari beristighfar kepada Allah. Semoga Allah ampunkan dosa-dosa kita yang lalu kerana jahil tidak tahu hukum tersebut. Wallahua’lam.

Sumber: ceritaviral.pw

Petua Membuang Toksin Dan Racun Dalam Tubuh Badan..JOM SHARE!!!

Petua Membuang Toksin Dan Racun Dalam Tubuh Badan..JOM SHARE!!!

Bawang putih merupakan salah satu makanan sihat yang perlu anda amalkan sebagai rutin harian. Bawang putih kaya dengan vitamin, mineral, enzim yang diperlukan oleh tubuh badan serta mempunyai banyak manfaat dari sudut kesihatan.

Antara manfaat bawang putih adalah menewaskan setiap jenis jangkitan kerana bawang putih mempunyai kandungan anti bakteria yang kuat, melawan dan mencegah pelbagai jenis kanser, mengubati masalah pencernaan, menurunkan kadar kolestrol, dan meredakan selsema.

Bawang putih juga dapat membersihkan tubuh badan anda dari racun dan membantu anda menyelesaikan segala jenis penyakit yang anda hidapi. Berikut adalah cara-cara mengolah bawang putih untuk mengeluarkan racun dalam tubuh.

Potong beberapa hirisan bawang putih, kemudian tambahkan satu sudu air dan masukkan perahan air lemon dan kemudian anda boleh mula minum. Ulangi prosedur ini setiap hari dan minum banyak air setiap hari untuk menyingkirkan toksin-toksin dari tubuh badan serta mengubati pelbagai jenis penyakit.

“Kasihannya bila baby selsema dan batuk. Seksa nak tidur. Apa petua hilangkan batuk selsema yang berkesan ya?”

Hanya ibu bapa yang akan faham betapa susahnya menguruskan anak kecil yang mengalami batuk dan selsema. Walaupun ia bukanlah penyakit yang begitu serius, tapi ramai ibu bapa yang terpaksa berjaga malam dan kehabisan tenaga dalam proses menanganinya.

Jadi sebagai salah satu ikhtiar, bolehlah cuba petua minyak bawang yang dikongsikan oleh Puan Hanezfarjaz Zulaiqah ini untuk membantu menyembuhkan batuk dan selsema anak kecil.

Mari ikuti perkongsian beliau selengkapnya di bawah.

CARA BUAT MINYAK BAWANG PUTIH UNTUK LEGAKAN BATUK SELSEMA ANAK
Sekadar perkongsian bagi yang belum tahu. Yang dah tahu dan dah cuba, alhamdullillah… Saya dah gunakan petua minyak bawang bawang putih ini selama 4 tahun. Sebab anak sulung saya dan nak masuk umur 4 tahun.

Minyak bawang putih ini boleh membantu melegakan selsema dan batuk pada bayi dari usia sebulan sampailah kanak-kanak 4 tahun. Bagi yang belum cuba, jom pakat buat di rumah!

1. BUANG KULIT

Pertama sekali, ambil 1-2 ulas bawang putih. Buang kulitnya.

2. BAKAR

Seterusnya, bakar di atas dapur gas sampai agak hitam.

3. ADUNKAN DENGAN MINYAK

Lenyekkan bawang putih yang dah dibakar tadi dan masukkan ke dalam botol kosong yang bertutup. Tambahkan sedikit minyak.

Boleh pakai minyak masak, minyak zaitun, minyak kelapa, minyak bijan, atau minyak jenis lain.

4. SIAP UNTUK DISAPUKAN

Kalau anak batuk selsema, sapukan pada batang hidung, dada, dan lehernya selepas mandi. Kesan untuk meresap ambil masa dalam setengah jam juga.

Ulang lagi sapuan selepas satu jam atau setengah jam. Insha Allah anak boleh tidur nyenyak. Selsema dan batuk semakin berkurang tanpa menggunakan ubat.

Nota: Buat yang pertama kali menggunakannya, pastikan cuba dalam kuantiti sedikit dulu untuk melihat keserasiannya dengan bayi. Kalau nampak tiada kesan sampingan, barulah teruskan penggunaannya seperti biasa. Sesetengah bayi mungkin sensitif dan tak tahan.

SEMOGA BERMANFAAT

Diharapkan perkongsian ini dapat memberi manfaat kepada ramai ibu-ibu yang mencari ikhtiar buat anak. Ramai yang dah mencubanya dan mengakui keberkesanannya.

Apapun, jika simptom batuk dan selsema berterusan atau bertambah teruk, jangan lupa bawa anak berjumpa doktor untuk pemeriksaan lanjut ya.

*Petua minyak bawang putih oleh Puan Hanezfarjaz Zulaiqah ini pertama kalinya dikongsikan melalui Facebook dan post asal tersebut telah mendapat hampir 8,000 perkongsian. Ia diterbitkan semula dengan kebenaran beliau.

sumber:pelikdunia.com

BERITA Bercakap Ketika Bayi Dan Berjaya Mengislamkan Ribuan Orang Di Usia 5 Tahun..JOM SHARE!!!

BERITA Bercakap Ketika Bayi Dan Berjaya Mengislamkan Ribuan Orang Di Usia 5 Tahun

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab:“No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Isa. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Isa). Saat itu ribuan umat Kristian di Tanzania dan sekitarnya dipimpin budak bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Budak Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan solat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia boleh bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

Awal Mac 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.

Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.

Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1-5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan solat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.

Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang

Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat budak ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.

Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.

Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.

Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.

Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.

Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.

Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.

Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”

Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.

Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.

Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).

SUBHANALLAH… !!! Anak Ajaib ini membuat 7 Juta Kristen menjadi Muslim !!

sumber:suaramedia.org

 

 

Bagaimana cara melunaskan hutang ahli keluarga yang telah meninggal dunia..JOM SHARE!!!

Cara Melunasi Hutang Keluarga yang Meninggal Dunia

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Saya mau bertanya, jika seseorang meninggal dunia dan telah meninggalkan urusan utang piutang yang terjadi pada masa lalu, apakah ahli warisnya melunasi hutang itu dengan harga masa lalu atau pada saat ini, karena harga masa lalu dengan masa kini jelas berbeda.

Misalnya dulu 30 tahun yang lalu si mayit pernah berhutang Rp. 1000 tapi sekarang ahli warisnya melunasi sama dengan nominalnya dulu saat berhutang atau seharga pada masa kini? Atau kalau barang harga dulu atau harga sekarang? Maturnuwun [Ibadul Ghofur]

Jawaban:
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Pada prinsipnya hutang haruslah dibayar. Sekalipun hutang sudah lama, ia tetap harus dibayar. Sedang jika ada orang yang meninggal dunia dan tidak memiliki tirkah maka tidak ada kewajiban bagi ahli warisnya untuk membayar hutang tersebut.

Namun jika ahli waris bersedia membayar atau menanggung hutannya maka itu sangat dianjurkan karena termasuk perbuatan terpuji.

Dalam soal hutang, jika si penghutang ternyata belum bisa membayar hutangnya pada waktu yang telah ditentukan maka ia sebaiknya bicara kepada pihak yang menghutangi. Dan pihak yang menghutangi hendaknya memberikan tenggang waktu kepada si penghutang.

Namun persoalannya ternyata tidak cukup sampai disini, sebab hutang yang harus dilunasi ternyata sudah sangat lama. Misalnya, hutang uang sebesar Rp. 1000, sebagaimana dicontohkan di atas sudah tigapuluh tahun, sedang nilai Rp. 1000 tigapuluh tahun bisa jadi sama dengan Rp. 100.000 sekarang mengingat adanya fluktuasi dan perubahan nilai. Dalam kasus ini apakah hutang yang harus dibayar sesuai dengan nominalnya yaitu Rp. 1.000 ataukah mengikuti nilainya pada saat hutang itu dibayar.

Prinsip dasar dalam membayar hutang itu sesuai nominal yang dihutang bukan dengan nilainya. Ini artinya orang yang berhutang harus membayar sesuai dengan jumlah hutannya, bukan dengan nilainya.

Jadi, jika ia berhutang Rp. 1000 maka ia harus mengembalikan Rp. 1000 meskipun nilai Rp. 1000 pada saat berhutang berbeda pada saat membayarnya. Hal ini didasarkan kepada penjelasan dibawah ini:

وَيَجِبُ عَلَى الْمُسْتَقْرِضِ رَدُّ الْمِثْلِ فِيمَا لَهُ مِثْلٌ لِأَنَّ مُقْتَضَى الْقَرْضِ رَدُّ الْمِثْلِ
“Wajib atas orang yang berhutang untuk mengembalikan hutannya dengan yang sepadan (al-mitsl) karena hutang menuntut pengembalian yang sepadan” (Abu Ishaq asy-Syirazi, al-Muhadzdzab fi Fiqh asy-Syafi’i, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 2, h. 304)

Pandangan di atas juga diteguhakan oleh Majma` al-Fiqh al-Islami pada pertemuan ke-5 di Kuwait bulan Jumada al-Ula 1409 H/Desember 1988 M.

اَلْعِبْرَةُ فِي وَفَاءِ الدُّيُونِ الثَّابِتَةِ بِعُمْلَةِ مَا هِيَ بِالْمِثْلِ وَلَيْسَ بِالْقِيمَةِ، لِأَنَّ الدُّيُونَ تُقْضَى بِأَمْثَالِهَا، فَلَا يَجُوزُ رَبْطُ الدُّيُونِ الثَّابِتَةِ فِي الذِّمَّةِ، أيًّا كَانَ مَصْدَرُهَا، بِمُسْتَوَى الأَسْعَارِ
“Yang menjadi patokan dalam membayar hutang yang telah ditetapkan dengan uang apa saja adalah membayar dengan yang sepadan (nominalnya) bukan dengan nilainya (al-qimah). Karena hutang mengharuskan dibayar dengan yang sepadannya. Maka tidak boleh mengaitkan hutang yang ada dalam tanggungan, apapun sumbernya, dengan mengikuti tingkat harga (nilainya)”. (Lihat Wahbah az-Zuhaili, al-Mu’amalat al-Maliyyah al-Mu’ashirah, Damaskus-Dar al-Fikr, cet ke-6, 1429 H/2008 M, h. 53)

Penjelasan singkat ini jika ditarik ke dalam konteks pertanyaan di atas maka ahli waris yang menanggung hutang si mayyit hanya membayar nominal hutangnya saja atau mitsl bukan nilainya atau qimah.

Jadi, jika si mayyit hutangnya Rp. 1000 maka yang harus dibayar oleh pihak yang menanggung yang dalam hal ini adalah ahli waris, adalah sesuai nominalnya yaitu Rp. 1000.

Namun masalahnya uang 1.000 saat ini mungkin tidak bernilai, berbeda dengan tigapuluh tahun yang lalu pada saat transaksi hutang itu terjadi. Dalam hal ini ada pendapat lain mengatakan:

إذَا غَلَتْ الْفُلُوسُ قَبْلَ الْقَبْضِ أَوْ رَخُصَتْ .قَالَ : أَبُو يُوسُفَ ، قَوْلِي وَقَوْلُ أَبِي حَنِيفَةَ فِي ذَلِكَ سَوَاءٌ وَلَيْسَ لَهُ غَيْرُهَا ، ثُمَّ رَجَعَ أَبُو يُوسُفَ وَقَالَ : عَلَيْهِ قِيمَتُهَا مِنْ الدَّرَاهِمِ ، يَوْمَ وَقَعَ الْبَيْعُ وَيَوْمَ وَقَعَ الْقَبْضُ
“Ketika nilai uang kertas menguat atau melemah sebelum jatuhnya masa pembayaran hutang. Dalam hal Abu Yusuf berkata, pendapatku dan dan pendapat Imam Abu Hanifah adalah sama, ia hanya membayar nominal uang pada saat pembayarannya. Kemudian Abu Yusuf menarik pendapatnya, dan mengatakan, ia wajib membayar nilainya uang tersebut senilai dirham pada hari terjadi transaksi jual-beli dan pada hari pembayaran hutangnya” (Ibnu Abidin, Radd al-Mukhtar, Bairut-Dar al-Fikr, 1421 H/2000 M, juz, 4, h. 534)

Saran kami, penyelesaian bisa dilakukan dengan prinsip musyawarah atau sulh atau dalam bahasa ekonominya disebut arbitrase. Besaran hutang yang harus dibayar bisa disepakati dengan pihak yang menghutangi.

Prinsipnya, para ulama fikih umumnya berpendapat bahwa hutang uang dibayar sesuai nominal tempo dulu. Namun pihak ahli waris lebih baik membayarkan hutang itu dengan nominal yang pantas sesuai dengan perkiraan perubahan nilai uang saat ini.

Sebaliknya, jika hutang itu dalam bentuk barang, bisa dipastikan membayarnya pun juga dengan barang. Namun terkait perubahan nilai barang antara dulu dengan sekarang lebih baik dibicarakan antara kedua belah pihak.

Sekali lagi lebih baik ditempuh dengan jalan musyawarah, dan jangan lupa minta diikhlaskan kepada pihak yang menghutangi atau keluarganya agar si mayyit tenang dan bebas tanggungan di akhirat sana.

Tidak lupa kami juga mengingatkan agar kita buru-buru menyelesaikan akad hutang kita jika sudah mampu untuk membayar agar tidak menjadi persoalan dan beban ahli waris di masa yang akan datang.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

sumber:apaceritatv.com

Ternyata Begini Kenapa Kamar Mandi Menjadi “Rumah Iblis”, Jangan Sampai Kamu Tidak Tahu..JOM SHARE!!!

Ternyata Begini Kenapa Kamar Mandi Menjadi “Rumah Iblis”, Jangan Sampai Kamu Tidak Tahu

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi.

‘‘Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis.

Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’ (HR. Bukhari).

Dari situlah kemudian iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kamar mandi, jamban atau WC.

Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. Contohnya menggoda manusia agar:

Berlama-lama di dalam kamar mandi
Bernyanyi atau berkata-kata
Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa ipod mendengarkan musik)
Membisiki seseorang supaya kencing sambil berdiri
Membiarkan baju yang kotor tergantung dalam kamar mandi
Melupakan seseorang untuk berdoa ketika akan masuk atau keluar dari kamar mandi
Melakukan hal asusila
Melakukan wudhu sambil telanjang
Mencoret-coret dinding kamar mandi
Merencanakan kejahatan
Maka, hati-hatilah sewaktu dalam WC atau kamar mandi. Dan tips yang baik adalah; lakukan mandi, buang air dll sewajarnya saja, lebih cepat lebih baik. Jangan lupa untuk meminta perlindungan kepada Allah sebelum memasuki kamar mandi dengan mengucap Ta’aawudz atau kalimat

ADAB-ADAB MASUK KAMAR MANDI

Siapa saja yang hendak menunaikan hajatnya, buang air besar atau air kecil, maka hendaklah ia mengikuti 10 adab berikut ini. Semoga bermanfaat.

Pertama: Menutup diri dan menjauh dari manusia ketika buang hajat.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” [1]

Kedua: Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah.

Seperti memakai cincin yang bertuliskan nama Allah dan semacamnya. Hal ini terlarang karena kita diperintahkan untuk mengagungkan nama Allah dan ini sudah diketahui oleh setiap orang secara pasti. Allah Ta’ala berfirman,

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)

Ada sebuah riwayat dari Anas bin Malik, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki kamar mandi, beliau meletakkan cincinnya.”[2]

Akan tetapi hadits ini adalah hadits munkar yang diingkari oleh banyak peneliti hadits. Namun memang cincin beliau betul bertuliskan “Muhammad Rasulullah”. [3]

Syaikh Abu Malik hafizhohullah mengatakan, “Jika cincin atau semacam itu dalam keadaan tertutup atau dimasukkan ke dalam saku atau tempat lainnya, maka boleh barang tersebut dimasukkan ke WC. Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya.” Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat.” [4]

Ketiga: Membaca basmalah dan meminta perlindungan pada Allah (membawa ta’awudz) sebelum masuk tempat buang hajat.

Ini jika seseorang memasuki tempat buang hajat berupa bangunan. Sedangkan ketika berada di tanah lapang, maka ia mengucapkannya di saat melucuti pakaiannya. [5]

Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu ia ucapkan “Bismillah”.” [6]

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan[7]).” [8]

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Adab membaca doa semacam ini tidak dibedakan untuk di dalam maupun di luar bangunan.” [9]

Untuk do’a “Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits”, boleh juga dibaca Allahumma inni a’udzu bika minal khubtsi wal khobaits (denga ba’ yang disukun). Bahkan cara baca khubtsi (dengan ba’ disukun) itu lebih banyak di kalangan para ulama hadits sebagaimana dikatakan oleh Al Qodhi Iyadh rahimahullah. Sedangkan mengenai maknanya, ada ulama yang mengatakan bahwa makna khubtsi (dengan ba’ disukun) adalah gangguan setan, sedangkan khobaits adalah maksiat.[10] Jadi, cara baca dengan khubtsi (dengan ba’ disukun) dan khobaits itu lebih luas maknanya dibanding dengan makna yang di awal tadi karena makna kedua berarti meminta perlindungan dari segala gangguan setan dan maksiat.

Keempat: Masuk ke tempat buang hajat terlebih dahulu dengan kaki kiri dan keluar dari tempat tersebut dengan kaki kanan.

Untuk dalam perkara yang baik-baik seperti memakai sandal dan menyisir, maka kita dituntunkan untuk mendahulukan yang kanan. Sebagaimana terdapat dalam hadits,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” [11]

Dari hadits ini, Syaikh Ali Basam mengatakan, “Mendahulukan yang kanan untuk perkara yang baik, ini ditunjukkan oleh dalil syar’i, dalil logika dan didukung oleh fitrah yang baik. Sedangkan untuk perkara yang jelek, maka digunakan yang kiri. Hal inilah yang lebih pantas berdasarkan dalil syar’i dan logika.” [12]

Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Adapun mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke tempat buang hajat dan kaki kanan ketika keluar, maka itu memiliki alasan dari sisi bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan untuk hal-hal yang baik-baik. Sedangkan untuk hal-hal yang jelek (kotor), beliau lebih suka mendahulukan yang kiri. Hal ini berdasarkan dalil yang sifatnya global.” [13]

Kelima: Tidak menghadap kiblat atau pun membelakanginya.

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada Allah Ta’ala.”[14] Yang dimaksud dengan “hadaplah arah barat dan timur” adalah ketika kondisinya di Madinah. Namun kalau kita berada di Indonesia, maka berdasarkan hadits ini kita dilarang buang hajat dengan menghadap arah barat dan timur, dan diperintahkan menghadap ke utara atau selatan.

Namun apakah larangan menghadap kiblat dan membelakanginya ketika buang hajat berlaku di dalam bangunan dan di luar bangunan? Jawaban yang lebih tepat, hal ini berlaku di dalam dan di luar bangunan berdasarkan keumuman hadits Abu Ayyub Al Anshori di atas. Pendapat ini dipilih oleh Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, Ibnu Hazm, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [15], Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani [16] dan pendapat terakhir dari Syaikh Ali Basam [17]

Adapun hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang mengatakan, “Aku pernah menaiki rumah Hafshoh karena ada sebagian keperluanku. Lantas aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam buang hajat dengan membelakangi kiblat dan menghadap Syam.”[18] Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membelakangi kiblat ketika buang hajat. Maka mengenai hadits Ibnu ‘Umar ini kita dapat memberikan jawaban sebagai berikut.

Pelarangan menghadap dan membelakangi kiblat lebih kita dahulukan daripada yang membolehkannya.
Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang menghadap dan membelakangi kiblat ketika buang hajat lebih didahulukan dari perbuatan beliau.

Hadits Ibnu ‘Umar tidaklah menasikh (menghapus) hadits Abu Ayyub Al Anshori karena apa yang dilihat oleh Ibnu ‘Umar hanyalah kebetulan saja dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan adanya hukum baru dalam hal ini. [19]

Simpulannya, pendapat yang lebih tepat dan lebih hati-hati adalah haram secara mutlak menghadap dan membelakangi kiblat ketika buang hajat.

Keenam: Terlarang berbicara secara mutlak kecuali jika darurat.

Dalilnya adalah hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya.” [20]

Syaikh Ali Basam mengatakan, “Diharamkan berbicara dengan orang lain ketika buang hajat karena perbuatan semacam ini adalah suatu yang hina, menunjukkan kurangnya rasa malu dan merendahkan murua’ah (harga diri).” Kemudian beliau berdalil dengan hadits di atas. [21]

Syaikh Abu Malik mengatakan, “Sudah kita ketahui bahwa menjawab salam itu wajib. Ketika buang hajat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkannya, maka ini menunjukkan diharamkannya berbicara ketika itu, lebih-lebih lagi jika dalam pembicaraan itu mengandung dzikir pada Allah Ta’ala. Akan tetapi, jika seseorang berbicara karena ada suatu kebutuhan yang mesti dilakukan ketika itu, seperti menunjuki jalan pada orang (ketika ditanya saat itu, pen) atau ingin meminta air dan semacamnya, maka dibolehkan saat itu karena alasan darurat. Wallahu a’lam.” [22]

Ketujuh: Tidak buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.

Dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah dengan al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia)!” Para sahabat bertanya, “Siapa itu al la’anain (orang yang dilaknat oleh manusia), wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” [23]

Kelapan: Tidak buang hajat di air yang tergenang.

Dalilnya adalah hadits Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kencing di air tergenang.” [24]

Salah seorang ulama besar Syafi’iyah, Ar Rofi’i mengatakan, “Larangan di sini berlaku untuk air tergenang yang sedikit maupun banyak karena sama-sama dapat mencemari.” [25]

Dari sini, berarti terlarang kencing di waduk, kolam air dan bendungan karena dapat menimbulkan pencemaran dan dapat membawa dampak bahaya bagi yang lainnya. Jika kencing saja terlarang, lebih-lebih lagi buang air besar. Sedangkan jika airnya adalah air yang mengalir (bukan tergenang), maka tidak mengapa. Namun ahsannya (lebih baik) tidak melakukannya karena seperti ini juga dapat mencemari dan menyakiti yang lain. [26]

Kesembilan: Memperhatikan adab ketika istinja’ (membersihkan sisa kotoran setelah buang hajat, alias cebok), di antaranya sebagai berikut.

1. Tidak beristinja’ dan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan.

Dalilnya adalah hadits Abu Qotadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja’ dengan tangan kanannya.”[27]

2. Beristinja’ bisa dengan menggunakan air atau menggunakan minimal tiga batu (istijmar). Beristinja’ dengan menggunakan air lebih utama daripada menggunakan batu sebagaimana menjadi pendapat Sufyan Ats Tsauri, Ibnul Mubarok, Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad dan Ishaq.[28] Alasannya, dengan air tentu saja lebih bersih.
Dalil yang menunjukkan istinja’ dengan air adalah hadits dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk buang hajat, aku dan anak sebaya denganku datang membawa seember air, lalu beliau beristinja’ dengannya.” [29]

Dalil yang menunjukkan istinja’ dengan minimal tiga batu adalah hadits Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian ingin beristijmar (istinja’ dengan batu), maka gunakanlah tiga batu.” [30]

3. Memerciki kemaluan dan celana dengan air setelah kencing untuk menghilangkan was-was.
Ibnu ‘Abbas mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu kali – satu kali membasuh, lalu setelah itu beliau memerciki kemaluannya.” [31]

Jika tidak mendapati batu untuk istinja’, maka bisa digantikan dengan benda lainnya, asalkan memenuhi tiga syarat: [1] benda tersebut suci, [2] bisa menghilangkan najis, dan [3] bukan barang berharga seperti uang atau makanan.[32] Sehingga dari syarat-syarat ini, batu boleh digantikan dengan tisu yang khusus untuk membersihkan kotoran setelah buang hajat.

Kesepuluh: Mengucapkan do’a “ghufronaka” setelah keluar kamar mandi.

Dalilnya adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).” [33]

Kenapa seseorang dianjurkan mengucapkan “ghufronaka” selepas keluar dari kamar kecil, yaitu karena ketika itu ia dipermudah untuk mengeluarkan kotoran badan, maka ia pun ingat akan dosa-dosanya. Oleh karenanya, ia pun berdoa pada Allah agar dihapuskan dosa-dosanya sebagaimana Allah mempermudah kotoran-kotoran badan tersebut keluar.” [34]

Demikian beberapa adab ketika buang hajat yang bisa kami sajikan di tengah-tengah pembaca sekalian. Semoga Allah memberi kepahaman dan memudahkan untuk mengamalkan adab-adab yang mulia ini. Semoga Allah selalu menambahkan ilmu yang bermanfaat yang akan membuahkan amal yang sholih.

sumber:www.inspirasihatiislam.com