DOA APABILA TAKUT DIZALIMI, SILAKAN SHARE AGAR ANDA JUGA MENDAPAT PAHALA IBADAH MENYEBARKAN ILMU AGAMA, AMIN..JOM SHARE!!!

DOA APABILA TAKUT DIZALIMI, SILAKAN SHARE AGAR ANDA JUGA MENDAPAT PAHALA IBADAH MENYEBARKAN ILMU AGAMA, AMIN

اَللَّـهُ أكْبَرُ ، اَللَّـهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيعاً ، اَللَّـهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَ أَحْذَرُ ، أَعُوذُ بِاللَّـهِ الَّـذِي لا إلَهَ إلاَّ هُوَ ، الـمُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى الأَرْضِ إلاَّ بِإذْنِهِ ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلانٍ ، وَجُنُودِهِ وَ أَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ ، مِنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ ، اللَّـهُمَّ كُنْ لِي جَاراً مِنْ شَرِّهِمْ ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ ، وَ لا إِلَهَ غَيْرُكَ

Maksudnya : “Allah maha besar, Allah maha perkasa dari segala makhlukNya.Allah maha perkasa dari apa yang aku takutkan dan yang aku bimbangkan.Aku berlindung padaNya , yang tiada Rabb yang benar selain Dia, yang menahan tujuh langit agar tidak jatuh ke bumi kecuali dengan izinNya, dari kejahatan hambaMu Fulan sertabala tenteranya, pengikutnya dan pendukungnya, dari jenis jin dan manusia.Ya Allah , jadilah Engkau pelindungku dari kejahatan mereka.Agunglah pujiMu, maka kuat perlindunganMu dan maha suci namaMu, tiada ilah yang berhak disembah melainkan Engkau » ( dibaca sebanyak tiga kali ) .

Petua Beramal

Doa Apabila Takut Dizalimi, Silakan Share Agar Anda Juga Mendapat Pahala Menyebarkan Ilmu Agama, Amin | Lazimnya manusia akan merasa takut terhadap sesuatu bahaya yang akan menimpanya samada gangguan manusia, atau makhluk yang lain.

Menerusi doa di atas Nabi s.a.w mengajar umatnya agar kita memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan-kejahatan pihak yang ditakuti itu.

Mereka mungkin memiliki pengikut dan penyokong dari jenis manusia ataupun makhluk halus, namun berbekalkan kepada keyakinan terhadap bantuan Allah, maka kita pasti akan diselamatkan.
Firman Allah dalam surah Yunus ayat ke 62 :

Maksudnya : Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

sumber:mediaislam.my

KISAH LELAKI DIZAMAN NABI YANG SANGAT TERKENAL OLEH PENDUDUK LANGIT..JOM SHARE!!!

KISAH LELAKI DIZAMAN NABI YANG SANGAT TERKENAL OLEH PENDUDUK LANGIT

Seorang manusia bisa saja bangga ketika terkenal di seluruh dunia. Namun hal itu tidak menjadi jaminan dirinya terkenal diantara penduduk langit. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa di langit ada ribuan malaikat yang selalu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT.

Apalagi dengan adanya Singgasana Allah di sana, hal itu membuat kedudukan langit menjadi sangat spesial dalam Agama Islam. Ternyata ada golongan manusia yang sangat terkenal di kalangan penduduk langit tersebut.

Bukan artis, atau selebritis, dia hanya manusia biasa yang bekerja sebagai penggembala kambing miskin dan sudah yatim. Namun, Rasulullah SAW mengatakan bahwa semua penduduk langit mengenalnya, bahkan doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Siapakah dia? Berikut ulasannya.

Adalah Uwais Al Qarni, manusia yang namanya begitu terkenal di kalangan penduduk langit. Bahkan Nabi Muhammad SAW memerintahkan Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khattab agar meminta didoakan oleh Uwais Al Qarni, karena doanya tidak pernah ditolak Allah SWT.

Hidup Uwais Al Qarni begitu menderita, namun Ia tidak pernah mengeluh dan menjalani ujian dengan sabar. Pemuda ini berasal dari Negeri Yaman dan menderita penyakit Kopak atau tubuhnya belang-belang.

Kondisi ini tidak menjauhkannya dari Allah. Justru Uwais Al Qarni tubuh menjadi pemudah yang saleh dan sangat berbakti kepada satu-satunya orang tua yang dimiliki yakni sang Ibu.

Ternyata kondisi Ibunya tidak kalah memprihatinkan. Ibunya yang sudah tua tersebut menderita lumpuh sehingga membutuhkan Uwais untuk merawat dan memenuhi semua permintaan.

Namun, ada satu permintaan Ibu yang agaknya sulit dikabulkan, yaitu ingin berhaji ke tanah suci. Bagaimana mungkin Uwais yang miskin itu mampu memberangkatkan sang ibu berhaji?

Sementara untuk bisa sampai ke sana harus melewati gurun pasir tandus yang panas dengan perbekalan yang tidak sedikit. Namun Allah tentu memiliki cara untuk mengundang Hamba-hamba pilihan-Nya.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji,” pinta Ibunya.

Meski terkejut dengan permintaan sang ibu, namun Ia tidak patah arang. Ia kemudian berpikir tentang bagaimana mencari jalan keluar. Kemudian Ia membeli seekor anak lembu.

Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Tindakan ini membuat orang desa begitu heran, bahkan sebagian menganggapnya aneh dan gila.

Lembu tersebut semakin hari semakin besar, sehingga membutuhkan tenaga yang besar pula untuk bisa mengangkatnya. Namun karena sudah terbiasa setiap hari, lembu tersebut tidak terasa berat lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar.

Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Saat musim haji tiba, Ia benar-benar menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah. Masya Allah. Begitu besarnya kasih sayang Uwais kepada sang Ibu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu?” tanya ibunya heran. Uwais menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga.”

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya.

Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Hikmahnya adalah agar mudah ditemukan oleh Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Karena saat masih hidup Rasulullah berpesan agar kedua sahabat Nabi itu menemukan Uwais dan meminta di doakan karena doanya sangat makbul.

“Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertemuan Uwais Al-Qarni dengan Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib

Dalam hidupnya, Uwais Al-Qarni sangat mecintai Rasulullah SAW. Ia begitu sedih saat melihat tetangganya kembali dari Madinah dan bisa menemui kecintaannya itu.

Saat itu, berita tentang patahnya gigi Nabi Muhammad saat perang Uhud terdengar ke berbagai negeri. Ia pun kemudian menggetok salah satu giginya dengan batu hingga patah sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad SAW.

Ternyata kerinduan Uwais memuncak. Akhirnya Ia mendekati ibunya untuk meminta izin pergi menemui Rasul. Mendengaar permohonan sang anak, Ibu Uwais mengizinkannya pergi.

“Pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Hati Uwais begitu gembira. Ia segera berkemas dan meninggalkan Yaman. Namun Ia terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sang Ibu, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Perjalanan pun dimulai, jauhnya Madinah ternyata tidak menyurutkan niatnya. Setelah sampai di Madinah, sampailah Uwais di rumah Nabi.

Sayang, pada saat itu Nabi tengah dalam peperangan dan hanya ditemukan Aisyah ra. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw.

Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Setelah peperangan usai, Nabi Muhammad SAW kemudian kembali ke Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi bertanya kepada Siti Aisyah perihal siapa yang datang mencarinya.

Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun.

Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit.

Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka.

Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka.

Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat.

Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.”

sumber:apaceritatv.com

PERCAYA DAN YAKINLAH ANDA AKAN BERCAHAYA PADA HARI KIAMAT KESAN WUDUK SEMPURNA..JOM SHARE!!!

PERCAYA DAN YAKINLAH ANDA AKAN BERCAHAYA PADA HARI KIAMAT KESAN WUDUK SEMPURNA

 

Wuduk (وُضُوء) adalah perbuatan menggunakan air untuk membasuh angota-anggota tertentu dengan niat untuk mengangkat hadas. Adapun wadhu (وَضُوء) dengan difathahkah huruf waw bererti air yang digunakan untuk wuduk.
Al-Hafiz Ibnu Hajr rahimahullah berkata, “Perkataan wuduk diambil dari pecahan perkataan al-wadha-ah yang bererti bercahaya. Ia dinamakan demikian kerana orang yang mengerjakan solat menyucikan dirinya (dengan wuduk) sehingga menjadi bercahaya.” Hal yang semakna dengannya disebutkan juga oleh Imam Al-Syaukaani rahimahullah dalam Nailul Authar Bab Sifat Wudhu.

KEUTAMAAN WUDUK

PERTAMA: Cahaya pada hari kiamat.
Orang yang berwudhu dengan wuduk yang sempurna akan mendapat cahaya pada wajah, hujung kedua tangan, dan kedua kakinya pada hari Kiamat kesan dari dia berwudhu ketika di dunia.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada Hari Kiamat dalam keadaan wajah dan hujung kedua anggota tangan dan kaki mereka bercahaya hasil daripada kesan-kesan wuduk.” (Bukhari Muslim)
Apabila dikatakan umatku atau umat Nabi Muhammad, ia membawa dua maksud;
Umat Al-Dakwah (umat yang diseru yakni seluruh manusia)
Umat Al-Ijabah (umat yang menerima seruan, yakni kaum Muslimin).
Yang dimaksudkan dengan ‘umatku’ dalam hadis ini adalah umat Al-Ijabah iaitu umat Islam yang telah menerima dakwah Nabi Muhammad.
Pada hari Akhirat kelak, mereka ini yang akan diseru dan mereka akan datang dalam keadaan wajah serta hujung kedua tangan dan kaki mereka bercahaya kerana hasil dari ibadah wuduk yang mereka kerjakan ketika di dunia. Kesan anggota badan yang telah dibasuh dan disapu untuk wuduk itu akan menjadi tanda umat Nabi Muhammad pada hari Kiamat kelak.
Manusia pada hari Kiamat tidak memakai tanda nama yang menunjukkan mereka Muslim, tetapi cahaya kesan dari wuduk ini menjadi tanda yang tidak boleh dipalsukan. Dengan cahaya-cahaya ini umat Nabi Muhammad dikenali pada hari kiamat. Umat yang lain, jauh sekali orang-orang kafir, mereka tidak ada cahaya-cahaya ini.

KEDUA: Setengah daripada iman.
Ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Bersuci (berwuduk) adalah setengah daripada iman.” (Riwayat Muslim)

KETIGA: Menghapuskan dosa-dosa kecil serta meninggikan darjat.
Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang hamba Muslim itu berwudhu dan dia membasuh wajahnya, maka keluarlah semua kesalahan-kesalahan hasil daripada pandangan matanya bersama air sehinggalah ke titisan air yang terakhir. Dan apabila dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari tangannya semua kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangan itu bersama air sehinggalah titisan air yang terakhir. Dan apabila dia membasuh kedua kakinya, keluarlah semua kesalahan kaki yang telah digunakan untuk berjalan bersama air sehinggalah ke titisan air yang terakhir. Sehinggalah akhirnya dia keluar (selesai wudhu) dalam keadaan dia suci daripada dosa-dosa.” (riwayat Muslim)
Uthman radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW berwuduk seperti wudukku ini, kemudian Baginda bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudukku ini maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Manakala solat dan langkah kakinya menuju masjid menjadi tambahan (pahala).” (Riwayat Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim berwuduk dengan membaguskan wuduknya lalu mengerjakan solat, melainkan Allah akan mengampuninya antara solat itu dan solat berikutnya.” (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berwuduk lalu membaguskan wuduknya, nescaya kesalahan-kesalahannya keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (Riwayat Muslim)
Maksud membaguskan wuduk adalah mengerjakannya secara sempurna (mencakupi rukun, kewajipan dan sunnah-sunnah wuduk) sesuai dengan petunjuk Nabi SAW.
Dari Abu Hurairah RA. bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Mahukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan dan mengangkat darjat?” Mereka menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Baginda bersabda, “Menyempurnakan wuduk pada keadaan yang dibenci (misalnya keadaan sangat sejuk), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu solat berikutnya setelah solat. Maka itulah ribath, itulah ribath.” (riwayat Muslim)
Ribath adalah amalan berjaga di daerah perbatasan antara daerah kaum muslimin dengan daerah musuh. Maksudnya pahala amalan tersebut disamakan dengan pahala orang yang melakukan ribath.

KEEMPAT: Wuduk adalah amalan yang membawa ke Syurga.
Dari Umar RA., dari Nabi SAW Baginda bersabda, “Tidaklah seseorang dari kalian berwuduk secara sempurna lalu mengucapkan: Asy-hadu an laa ilaaha illallah wahduu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagiNya dan bahawa Muhammad adalah hamba dan utusan Nya) melainkan kelak akan dibukakan untuknya lapan pintu syurga yang kepadanya dipersilakan untuk masuk melalui pintu mana saja yang dia sukai.” (Riwayat Muslim)
Juga dalam hadis lain Rasulullah SAW berkata kepada Bilal RA. setelah solat fajar, “Sesungguhnya aku mendengar suara terompahmu di hadapanku di Syurga.” Bilal berkata, “Tidaklah aku mengamalkan suatu amalan yang lebih aku harapkan di sisiku, melainkan berwuduk pada malam atau siang hari dan terus mengerjakan solat yang dapat aku lakukan setelah itu.” (Bukhari dan Muslim)
Hadis-hadis yang disebutkan ini jelas menunjukkan kelebihan wuduk. Keutamaan ini hanya dimiliki apabila wuduk dilakukan secara sempurna. Kesempurnaan wuduk ini tentu sahaja dikembalikan kepada dua syarat diterima ibadah secara mutlak; iaitu ikhlas kerana Allah, dan ittiba (mengikuti contoh dari Rasulullah SAW), sebagaimana sabda Baginda, “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudukku ini, nescaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Riwayat Muslim).
Maka wajarlah untuk kita mempelajari serta mengerjakan wuduk itu dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Moga-moga kita tergolong di kalangan mereka yang mendapat fadilat-fadilat ini.

PERKARA MEWAJIBKAN WUDUK
Ibadah wuduk hanya diwajibkan dalam dua keadaan;

1. SOLAT.
Wuduk adalah di antara syarat sah solat, di mana solat adalah ibadah yang paling utama bahkan ibadah pertama yang akan disoal kepada seseorang itu pada Hari Akhirat kelak. Sekiranya solatnya diterima dan baik maka baiklah seluruh amalannya, mudahlah urusannya yang berikut. Adapun jika solatnya tidak baik maka sukarlah perjalanan yang akan dihadapi selepas itu di Padang Mahsyar kelak.
Wuduk menjadi syarat sah untuk apa juga solat yang ingin dikerjakan, baik solat fardhu mahupun solat sunat. Hal ini sepertimana keumuman firman Allah, “Wahai orang-orang beriman, apabila kamu bangkit untuk solat maka basuhlah wajah kamu, dan kedua tangan kamu sehingga ke siku, dan sapulah kepala kamu, dan kedua kaki kamu sehingga dua buku lali.” (Al-Maaidah: 6)
Di antara hadis Nabi tentang wudhu sebagai syarat sah untuk solat adalah Baginda SAW bersabda, “Tidak akan diterima solat seseorang yang berhadas sehingga dia berwuduk.” (Bukhari dan Muslim)
Seseorang yang mengerjakan solat dalam keadaan berhadas maka solatnya tidak diterima sehingga dia mengangkat hadas tersebut dengan berwudhu. Bahkan kalau dia sengaja solat tanpa wuduk, dia berdosa kerana solat dalam keadaan tidak suci (berhadas).
Hadas adalah satu sifat berbentuk hukum, di mana keberadaan hadas menyebabkan ibadah yang disyaratkan taharah (bersuci) menjadi tertolak. Jika seseorang melakukan juga ibadah yang disyaratkan taharah dalam keadaan berhadas, maka ibadah itu tidak diterima dan tidak sah.

2. TAWAF DI BAITULLAH AL-HARAM.
Ini berdasarkan sabda Nabi SAW, “Tawaf di Baitullah sama seperti solat, kecuali Allah membolehkan berbicara di dalamnya.” (Sahih. Al-Tirmizi)
Hanya dalam dua keadaan ini sahaja kita diwajibkan berwuduk. Bagaimana pun, umat Islam disunnahkan untuk sentiasa dalam keadaan berwuduk demi meraih kebaikan-kebaikan yang bisa diperoleh kesan daripada ibadah wuduk tersebut.
Bahkan Rasulullah SAW tidak berzikir yakni menyebut nama Allah kecuali dalam keadaan Baginda berwuduk. Dan kita dituntut untuk sentiasa mengingati Allah dalam setiap keadaan.
Ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Al-Muhajir bin Qunfudz RA, dia pernah mendatangi Nabi SAW ketika Baginda sedang buang air kecil. Dia mengucap salam kepada Baginda namun Baginda tidak menjawab salamnya sehingga Baginda berwuduk lalu Baginda berkata, “Sungguh aku tidak suka menyebut nama Allah melainkan dalam keadaan bersuci.” (Sahih. Abu Daud)

sumber:mediaislam.my

Kisah Penghuni Neraka Terakhir Yang Masuk Syurga..JOM SHARE!!!

Kisah Penghuni Neraka Terakhir Yang Masuk Syurga

Adalah Rasulullah pernah mengisahkan perihal ghaib di akhirat kelak. Tertawa sekaligus menangis ketika mendengar salah satu kisah akhirat, yakni kisah tentang penghuni syurga terakhir. Kasih sayang dan rahmat Allah yang luas nampak dalam hikmah kisah berikut.

Terdapat seorang yang berada di neraka. Ia terus berusaha melewati dahsyatnya panas api neraka. Terkadang ia mampu berjalan kaki, namun sesekali tertjatuh telungkup, seringkali hangus dibakar api neraka. Jatuh bangun ia berusaha melewati siksaan demi siksaan. Acap kali berhasil selangkah, ia mengharap bantuan Allah.

Dengan tertatih dan dalam waktu yang lama, ia pun berhasil meninggalkan neraka. Segera ia berseru, “Segala puji Allah yang menyelamatkanku darimu, hai neraka!” Tentu saja, dia bersyukur, karena tak ada yang mampu melewati neraka kecuali dia.

Namun keluar dari neraka bukan akhir dari penderitaan atas hukuman dampak bermaksiat di dunia. Ia masih merasakan panas yang sangat dan begitu kehausan. Ia pun melihat sekeliling dan tertuju pada sebuah pohon. Namun jaraknya sangat jauh. Ia pun meminta kepada Allah agar mendekatkannya, “Ya Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh dibawahnya dan meminum airnya,” pinta orang itu.

llah pun bertanya padanya, “Wahai cucu Adam, jika aku dekatkan kau ke pohon itu, apa kau akan meminta hal lain lagi kepadaKu?” Orang itu pun segera menjawab, “Tidak wahai Rabbku, aku berjanji tidak akan meminta hal lain,” ujarnya yang tak sabar menikmati keteduhan dibawah pohon setelah sekian lama dihukum di neraka. Saat itu, pohon yang dihadapan matanya sangat menggiurkan. Allah pun mengabulkan permintaannya. Ia pun berada di bawah pohon itu, kemudian segera meminum air darinya.

Namun setelah itu, ia kembali melihat sebatang pohon. Namun pohon yang diliatnya lebih rindang dan lebih indah dari pohon pertama yang ia telah berteduh dibawahnya. Melihatnya, lupa sudah janjinya. Ia kembali meminta pertolongan Allah agar didekatkan pada pohon kedua itu. “Wahai Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh dibawahnya dan meminum airnya. AKu tidak akan meminta hal lain lagi,” pintanya.

Allah pun berfirman, “Hai cucu Adam, bukankah kau telah berjanji tak akan meminta hal lain?”

Orang itu pun menjawab, “Iya, benar ya Allah, tapi kali ini saja… Aku benar-benar tak akan meminta hal lain lagi,” pintanya, merengek.

Allah pun memaklumi dan dengan kasih sayangNya, Allah mendekatkan orang itu ke pohon kedua. Orang itu pun dapat berteduh di pohon yang jauh lebih indah dan rindang dari pohon pertama itu.

Namun ternyata, pohon kedua itu berada dekat dengan pintu syurga. Setiba di pohon tersebut, ia mendengar suara penghuni surga yang diliputi kebahagiaan. Apa daya, ia tak kuasa ingin memasukinya. Lagi, ia melanggar janjinya dengan Allah. Ia kembali meminta kepada Allah, ia ingin agar Allah memasukkannya ke dalam surga.

“Ya Allah ya Rabb, Masukkanlah aku kesana,” pintanya, menunjuk pada syurga yang kenikmatannya tak pernah terbayang….

Allah Ta’ala pun kembali berkata, “Hai cucu Adam! Hal apa yang membuatmu puas, apakah kau ingin Aku berikan dunia dan segala isinya?”

Orang itu pun menjawab, “Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku… Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta,” ujarnya.

Allah pun tertawa seraya berfirman, “Aku tidak mengejekmu, tapi Aku Maha kuasa mewujudkan apa yang kau inginkan”

Maka dimasukkanlah orang itu ke dalam syurga dengan rahmat dan kasih sayangNya. Ia pun berkumpul dengan hamba Allah yang lain yang tak pernah menyekutukanNya. Dia pun menjadi orang terakhir yang masuk surga, sang penghuni surga terakhir.

Kisah tersebut dikabarkan oleh Rasulullah dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Abdullah bin Mas’ud. Dalam riwayat tersebut juga disebutkan bahwa Ibnu Mas’ud tertawa saat menceritakannya pada sahabat Rasulullah yang lain. Beliau tertawa saat mengisahkan bahagian si penghuni syurga terakhir menginginkan syurga.

Saat bahagian si penghuni surga terakhir berkata kepada Allah, “Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku… Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta,” Ibnu Mas’ud pun tertawa. Ia berkata kepada orang-orang yang mendengar kisah itu, “Apa kalian ingin bertanya kenapa aku tertawa?” Para sahabat lain pun menjawab, “Iya, mengapa kau tertawa?”

Ibnu Mas’ud pun menjawab, “Karena aku melihat Rasulullah tertawa (saat mengisahkan hal sama). (Saat mendengar kisah itu dari Rasulullah), aku pun bertanya kepada Rasulullah,

Wahai Rasulullah, mengapa Anda tertawa?” Beliau pun menjawab, “Karena Tuhanku, Tuhan seluruh alam, juga tertawa,” sabda Rasulullah.

Demikian kisah sang penghuni syurga terakhir yang diriwayatkan dari hadits Rasulullah. Banyak hikmah yang dapat kita petik, terutama tentang sifat Rahman dan Rahim Allah Ta’ala. Allah maha pemurah lagi maha penyayang, serta Maha pengampun.

Allah Al-Ghofur berfirman, “Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” Qur’an surat Az-Zumar ayat 53. Oleh karena itu, mari berlomba meraih rahmat dan ampunanNya yang Maha Luas.

sumber:apaceritatv.com

11 TANDA ANDA SEDANG DIEKORI OLEH MAKHLUK HALUS ATAU JIN..JOM SHARE!!!

11 TANDA ANDA SEDANG DIEKORI OLEH MAKHLUK HALUS ATAU JIN

Percaya atau tidak, hidup kita tidak hanya diisi oleh makhluk hidup. Terdapat pula makhluk lain yang sering disebut makhluk asrtal atau halus. Secara kasat mata, makhluk-makhluk itu memang tidak terlihat. Namun, mereka bisa saja benar-benar ada di sekitar kita.

Mereka bisa saja tertarik pada kita, atau secara alami tubuh kita menarik mereka. Secara sadar tidak sadar mereka bisa saja mengikuti kita. Nah, agar kamu tahu apakah ada mereka yang ikuti kamu, lihatlah tanda-tanda berikut:

1.Merasa Diperhatikan
Paling mudah, ketika kamu merasa tiba-tiba ada yang memerhatikanmu saat berada dalam suatu ruangan atau tempat.Bukan hanya dalam satu lokasi, tapi kamu juga merasa diperhatikan saat pergi dari lokasi satu ke lainnya. Itu tanda yang pastinya paling sering dirasakan ketika ada makhluk lain mengikutimu.

2. Suasana Panas dan Dingin Cepat Berganti
Makhluk halus bisa memberikan hawa panas maupun dingin secara bersamaan. Maka, bila terjadi perubahan signifikan dalam waktu cepat, maka bisa dipastikan ada yang mengikutimu atau tiba-tiba hadir. Ingat, mereka tidak akan selalu berada di dekatmu, tapi bisa memerhatikanmu dari jauh.

3. Perhatian Perilaku Hewan di Sekitarmu
Hewan dikenal lebih ‘peka’ untuk hal-hal seperti ini, dibanding manusia. Maka, hewan yang berada di sekitarmu pasti akan bereaksi, antara menggonggong ke arahmu atau terus mengeluarkan suara takut saat melihatmu.

4. Merasa Disentuh Atau Tidak sengaja menyentuh
Ini tahap berikutnya ketika makhluk tersebut sudah memiliki keinginan untuk membuatmu sadar. Mereka akan berusaha berkontak badan denganmu.

Bisa saja dia secara sengaja berada di dekatmu, kemudian saat kamu bergerak, kamu tidak sengaja merasa menyentuh sesuatu. Namun, bisa juga dia mencoba menyentuhmu.

5. Merinding
Memang ini bukan hal yang spesifik, tapi merinding merupakan salah satu tanda. Merindingmu bukan merinding biasa, karena bulu kudukmu tiba-tiba menegang dan membuatmu tidak nyaman. Ada saja yang tiba-tiba kamu rasakan berdiri di dekatmu.

6. Merasa Berat
Ini adalah tahap lebih jauh yang dilakukan oleh makhluk halus itu. Makhluk halus itu mulai melakukan kontak denganmu.

Dia ingin ikut terus denganmu, jadi dia bertopang padamu. Dia bisa jadi sedang ‘duduk’ di punggungmu atau di atas kepalamu. Makhluk tersebut juga bisa saja kamu ‘seret’. Maka, rasa berat itu pasti kamu rasakan.

7. Wangi dan Aroma Aneh yang Tiba-tiba Muncul
Bukan sekali dua kali, tapi sering, terutama saat makhluk itu terus hadir. Dari wangi menyan atau bunga-bunga yang jarang kamu cium pasti akan tercium. Kamu juga mencium bau yang aneh dan tidak enak, karena makhluk halus ada juga yang tercium aneh

8. Suara Aneh
Mulai dengan suara-suara aneh pun pasti bermunculan di dekatmu. Kamu selalu merasa ada yang membisikkan atau memanggil suaramu. Itu berarti dia mengikutimu dan ingin kamu sadar akan hal itu.

9. Kejadian Ganjal Setelah Kamu Datangi Tempat Itu
Misalkan kamu melewati sebuah meja dengan buku yang ditumpuk tinggi. Kemudian, beberapa saat kamu lewat, tumpukkan buku itu ambruk. Itu tandanya makhluk itu mengikutimu ke mana-mana. Dia selalu berada di belakangmu.

10. Mimpi Tentang Makhluk Tersebut
Ketika makhluk tersebut tidak bisa langsung kontak denganmu secara sadar. Ketika kamu terlelap, maka dirinya pun hadir untuk membuatmu sadar akan adanya dirinya.

11. Terakhir, Kamu Melihat Sosok-sosok Atau Bagian Dari Sosok Itu
Secara tidak sengaja, saat kamu menengok ke belakang, kamu akan secara cepat melihat sosok yang mengikutimu. Bukan secara utuh, tapi juga bagian dari tubuhnya yang terlihat

Wallahuallam

sumber:apaceritatv.com

SUNGGUH DAHSYAT MANFAAT, DIAM DAN MENDENGAR AZAN SAAT DIKUMANDANGKAN !!! RUGI BESAR SIAPA YANG BERCAKAP KETIKA AZAN !!!JOM SHARE!!!

SUNGGUH DAHSYAT MANFAAT, DIAM DAN MENDENGAR AZAN SAAT DIKUMANDANGKAN !!! RUGI BESAR SIAPA YANG BERCAKAP KETIKA AZAN !!!


December 1, 2017 apacerita7 Isu Agama Leave a comment
Azan yang merupakan panggilan bagi umat Islam untuk mengingati Allah SWT dengan segera mengambil air wuduk dan menjalankan ibadah solat menjadi hal yang biasa bagi kita semua yang beragama islam.

Pada dasarnya suara azan yang sudah terdengar biasa bagi mempunyai beberapa manfaat yang luar biasa jika kita mau berhenti sejenak dari kesibukan aktiviti dan diam untuk mendengar suara azan. Apa saja manfaat yang boleh kita dapatkan dengan mendengar suara azan? Berikut rangkuman dari pelbagai sumber,

1. Diam mendengar azan dapat menenangkan pikiranSaat sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan kita, contohnya di siang hari kita mengejar semua pekerjaan agar segera beres, dengan diam mendengar azan Zuhur dan Asar menjadi penyejuk bagi tubu kita.

Ada hawa yang sejuk dan ada jeda masa buat menenangkan hati serta fikiran saat azan dikumandangkan, lalu kita diam dan mendengar.

2. Sebagai peringatan diriApapun aktiviti yang sedang kita lakukan atau apa-apa jua yang sedang kita ceburi, saat diam mendengar azan menjadi detik-detik istimewa. Kita jadi mempunyai masa untuk mengingat lagi bahawa kita cuma hamba Allah yang hidup kerana Allah dan akan kembali pada-Nya suatu saat nanti.

3. Membuka peluang terkabulnya doaDaripada berbual, mendingan diam mendengar azan dan memanjatkan doa. Pada masa itu azan berkumandang adalah salah satu masa doa jarang tertolak. Dari Sahl bin Saad bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua yang tidak tertolak dan jarang tertolak; doa pada saat azan dan doa tatkala perang berkecamuk.” (HR. Abu Dawud, Baihaqi, dan Hakim).

4. Balasannya syurga! Orang yang mendengar azan dan meyakini apa yang diucapkannya, maka dia mendapat janji surga dari Rasulullah. Hadits dari Abu Hurairah, ia berkata, “Pernah ketika kami sedang bersama Rasulullah, Bilal bangkit untuk menyerukan adzan. Tatkala Bilal diam, Rasulullah bersabda,” Siapa yang mengucapkan seperti ucapannya muadzin disertai dengan keyakinan, maka ia pasti masuk syurga. “(HR. An Nasa’i no. 674, dihasankan Al Imam Al Albani dalah shahih sunan an Nasa’i).

sumber:apacerita.my

Inilah Sebabnya Mengapa Wanita Yang Hamil Diluar Nikah Lebih Mudah Melahirkan Anak. JOM SHARE!!!

Inilah Sebabnya Mengapa Wanita Yang Hamil Diluar Nikah Lebih Mudah Melahirkan Anak. Kongsikan!!!

Banyak berita dari media mengatakan bahawa ada wanita-wanita yang melahirkan dengan begitu mudahnya tanpa bantuan bidan atau siapa pun. Sayangnya, para wanita tersebut adalah wanita-wanita yang belum menikah. Artinya mereka adalah wanita yang hamil di luar nikah. Mereka boleh melahirkan dimana saja, misalnya di jalan, di toilet dan di tempat-tempat lainnya yang kurang peralatan dan bantuan doktor.

Bahkan dalam fasa kehamilan pun mereka melaluinya dengan begitu mudah. Besarnya kandungan tidak terlalu terlihat sehingga boleh disembunyikan. Mereka pun masih boleh mengikuti kegiatan sehari-hari seperti biasa misalnya pergi sekolah, kerja lapangan, atau pulang pergi untuk bekerja.

Sedangkan di sisi lain, wanita-wanita yang mengandung secara halal melalui jalan pernikahan kebanyakan mengalami kesulitan dan kepayahan saat mengandung dan melahirkan anaknya. Kadang-kadang mereka mengalami kesulitan sejak awal kandungan.

Banyak dari calon ibu ini yang untuk makan saja mengalami kesulitan karena rasa mual yang mendesak. Begitu memasuki usia kandungan yang lebih tua, maka ia akan berada dalam kondisi payah dimana untuk bergerak saja susah.

Maka timbullah pertanyaan, mengapa wanita yang hamil di luar nikah lebih mudah mengandung dan melahirkan dibandingkan mereka yang hamil melalui jalan pernikahan?

Sebenarnya segala kemudahan yang dialami wanita yang hamil di luar nikah adalah dicabutnya pahala dari mereka. Mereka tidak mengalami kepayahan sebagaimana wanita-wanita lain yang hamil melalui jalur yang sah. Nikmat bersusah payah dalam mengandung dan nikmat sakitnya dalam melahirkan telah dicabut darinya dan diganti dengan perasaan takut dan rasa bersalah yang menghantui.

Maka dengan mudahnya mereka melahirkan walau tanpa bantuan orang lain. Dengan tidak adanya orang lain ini, membuka jalan dua pilihan bagi mereka yakni apakah mereka hendak bertaubat dan mengurus anaknya dengan baik ataukah mereka hendak menambah dosa dengan melakukan perbuatan keji membunuh darah daging sendiri.

Banyak yang terjerumus memilih jalan kedua. Dengan tanpa rasa salah mereka mengakhiri hidup bayi yang tidak berdosa itu, entah dikubur atau dihanyutkan ke sungai. Kemudian mereka berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan bersikap biasa-biasa saja di masyarakat.

Namun demikian, perasaan bersalah itu akan semakin besar dan merenggut ketenangan hidup darinya. Makan tak kenyang, tidur tak lena dan tak ada lagi senyum bahagia yang akan menghiasi hari-harinya.

Sedangkan nun jauh di sana, laki-laki yang harusnya bertanggungjawab dengan semua itu mungkin sedang bersenang-senang dengan wanita lain tanpa memperdulikan semua yang terjadi.

Maka rugilah wanita-wanita yang menyerahkan kehormatannya sebelum halal pada laki-laki tidak bertanggung-jawab atas nama cinta. Bagi yang sudah terlanjur, lebih baik segera bertaubat dan memperbaiki diri. Sedangkan bagi yang belum terjerumus lebih baik cepat-cepat berusaha untuk menjadikan hubungan yang dijalani kearah halal.

Wallahu a’lam.

sumber:jagungmanis.com

Kisah Pemuda Terselamat Dicabut Nyawa Oleh Malaikat Maut? Inilah Amalannya.JOM SHARE!!!

Kisah Pemuda Terselamat Dicabut Nyawa Oleh Malaikat Maut? Inilah Amalannya

Kematian adalah hak Allah Swt, tanpa mampu kita menolaknya secara apapun jika Allah berkehendak, dan juga maju mundurnya kematian adalah hak Allah Swt.

Tetapi, ada satu perkara yang mampu membuat kematian di tunda oleh-Nya. Lalu bagaimana caranya dan mengapa itu boleh terjadi?Berikut ini sebuah contoh kisah yang benar – benar terjadi pada masa kenabian Ibrahim as.Suatu hari, Malaikal Maut mendatangi Nabi Allah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”

“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikal Maut pergi meninggalkan Nabi Allah Ibrahim.

Hampir saja Nabi Allah Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini itu juga dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabi Allah Ibrahim memilih ‘kematian’ tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikal Maut, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu

menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi?

Malaikal Maut menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Kematian memang di tangan Allah. justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah.

Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad Shallahu `Alaih bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah…sedekah.
Maka, tengoklah kanan – kiri anda, lihat – lihatlah sekeliling anda. Bila anda menemukan ada satu – dua kesusahan di depan mata anda. Maka sesungguhnya andalah yang perlu menghulurkan pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu ditampakkan oleh Allah untuk memanjangkan umur anda. Apakah anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur anda.

Lihatlah betapa mulia hati si pengemis ini. Kita pula bagaimana?

Tidak ada seorang pun yang mengetahui bila ajalnya akan tiba. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam keadaan apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik.

Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah – mudahan Allah berkenan memanjangkan umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian yang pasti datang.

sumber:apaceritatv.com

Al-Quran Sangat Melarang Keras Orang Yang Merebut Suami atau Isteri Orang, Ini Akibatnya!!JOM SHARE!!!

Kongsikan.. Al-Quran Sangat Melarang Keras Orang Yang Merebut Suami atau Isteri Orang, Ini Akibatnya!!

Dari Abî Hurairah –radhiyallâhu ‘anhu- ia berkata: “Rasulullâh – shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda: ‘Siapa menipu dan merosak (hubungan) seorang hamba sahaya dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami, dan siapa yang merosak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari kami’”. [Hadîts shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzâr, Ibn Hibbân, Al-Nasâ-î dalam al-Kubrâ dan Al-Baihaqî].

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (( مَنْ خَبَّبَ عَبْدًا عَلَى أَهْلِهِ فَلَيْسَ مِنَّا، وَمَنْ أَفْسَدَ اِمْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا )) [حديث صحيح رواه أحمد والبزار وابن حبان والنسائي في الكبرى والبيهقي]

Takhrîj Hadîts

Hadîts ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad [juz 2, hal. 397], Al-Bazzâr [lihat Mawârid al-Zham’ân juz 1, hal. 320], Ibn Hibbân dalam shahîh [juz 12, hal. 370], Al-Nasâ-î dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 5, hal. 385], dan Al-Baihaqî dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 8, hal. 13], juga dalam Syu’abu al-Îmân [juz 4, hal. 366, juz 7, hal. 496].

Syekh Nâshir al-Dîn al-Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts shahîh [Silsilah al-Ahâdîts al-Shahîhah hadîts no. 325].

Kandungan Hadîts
Secara garis besar hadîts ini berisi kecaman keras terhadap dua perbuatan, yaitu:

Mengganggu seorang pelayan, atau pembantu atau budak yang telah bekerja pada seorang tuan, sehingga hubungan di antara pelayan dan tuannya menjadi rosak, lalu sang pelayan pergi meninggalkan tuannya, atau tuannya memecat dan mengusir sang pelayannya.
Mengganggu seorang wanita yang berstatus isteri bagi seorang lelaki, sehingga hubungan di antara suami isteri itu menjadi rosak, lalu sang isteri itu meminta cerai dari suaminya, atau sang suami menceraikan isterinya.
Bentuk-Bentuk Gangguan dan Tindakan Merosak

Ada beragam bentuk dan cara seseorang merosak hubungan diantara suami isteri , di antaranya adalah:

Berdoa dan memohon kepada Allâh –subhânahu wa ta’âlâ- agar hubungan seorang wanita dengan suaminya menjadi rosak dan terjadi perceraian di antara keduanya.
Bersikap baik, bertutur kata manis dan melakukan berbagai macam tindakan yang secara lahiriah baik, akan tetapi, menyimpan maksud merosak hubungan seorang wanita dengan suaminya (atau sebaliknya). Perlu kita ketahui terkadang sihir itu berupa tutur kata yang memiliki kemampuan “menghipnotis” lawan bicaranya. Rasulullâh –shallallâhu ‘alahi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari sebuah penjelasan atau tutur kata itu adalah benar-benar sihir”. (H.R. Bukhârî dalam al-Adab al-Mufrad, Abû Dâwud dan Ibn Mâjah. Syekh Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts hasan [silsilah al-ahâdîts al-shahîhah, hadîts no. 1731]).
Memasukkan bisikan, kosa kata yang bersifat menipu dan memicu, serta memprovokasi seorang wanita agar berpisah dari suaminya (atau sebaliknya), dengan iming-iming akan dinikahi olehnya atau oleh orang lain, atau dengan iming-iming lainnya. Perbuatan seperti ini adalah perbuatan tukang sihir dan perbuatan syetan (Q.S. Al-Baqarah: 102). Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas air, lalu menyebar anak buahnya ke berbagai penjuru, yang paling dekat dengan sang Iblis adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat di antara mereka, salah seorang dari anak buah itu datang kepadanya dan melapor bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang Iblis berkata: ‘kamu belum berbuat sesuatu’, lalu seorang anak buah lainnya datang dan melapor bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara seorang suami dari isterinya, maka sang Iblis menjadikan sang anak buah ini sebagai orang yang dekat dengannya, dan Iblis berkata: ‘tindakanmu sangat bagus sekali’, lalu mendekapnya”. (H.R. Muslim [5032]).
Meminta, atau menekan secara terus terang agar seseorang wanita meminta cerai dari suaminya atau agar seorang suami menceraikan isterinya dengan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at. Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi isterinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).
Bentuk-bentuk seperti ini sangat tercela, dan termasuk dosa besar jika dilakukan oleh seseorang kepada seorang wanita yang menjadi isteri orang lain, atau kepada seorang lelaki yang menjadi suami orang lain.

Dan hal ini semakin tercela lagi jika dilakukan oleh seseorang yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus seorang wanita yang suaminya sedang pergi atau sakit dan semacamnya. Sama halnya jika dilakukan oleh seorang wanita yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus keluarga seorang lelaki yang isterinya sedang pergi atau sakit dan semacamnya.

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Keharaman wanita (isteri yang ditinggal pergi oleh) orang-orang yang berjihad bagi orang-orang yang tidak pergi berjihad (yang mengurus keluarga mujahid) adalah seperti keharaman ibu-ibu mereka, dan tidak ada seorang lelaki pun dari orang-orang yang tidak pergi berjihad yang mengurus keluarga orang-orang yang pergi berjihad, lalu berkhianat kepada orang-orang yang pergi berjihad, kecuali sang pengkhianat ini akan dihentikan (dan tidak diizinkan menuju surga) pada hari kiamat, sehingga yang dikhianati mengambil kebaikan yang berkhianat sesuka dan semaunya”. (H.R. Muslim [3515]).

Salah satu bentuk pengkhianatan yang dimaksud dalam hadîts Muslim ini adalah merosak hubungan keluarga sang mujahid, sehingga bercerai dari suaminya.

Bentuk

pengkhianatan yang lebih besar lagi adalah –na’ûdzu billâh min dzâlik- berzina dengan keluarga sang mujahid.
Termasuk dalam pengertian mujahid ini adalah seseorang yang mendapatkan tugas dakwah, atau menunaikan ibadah haji atau umrah, atau bepergian yang mubah, lalu menitipkan urusan keluarganya (isteri dan anak-anaknya) kepada orang lain. Dalam hal ini, jika yang mendapatkan amanah berkhianat, maka, ia termasuk dalam ancaman hadîts Muslim ini.

Mirip-mirip dengan hal ini adalah jika ada seseorang yang karena kapasitasnya, mungkin karena ia adalah seorang tokoh, atau pimpinan sebuah organisasi atau kiai, atau ustadz, atau semacamnya yang diamanahi untuk mendamaikan hubungan orang lain yang sedang rosak atau terancam rosak, akan tetapi, ia malah mengkhianati amanah ini.

Hukum merosak Rumah Tangga Orang Lain

Hukum Ukhrawî
Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merosak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram (lihat al-mausû’ah al-fiqhiyyah, pada bâb takhbîb), maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merosak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merosak seorang suami agar terpisah dari isterinya.

Alasannya, hadîts nabi –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – di atas menafikan pelaku perbuatan merosak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

Hukum Duniawî
Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

Jika ada seorang lelaki yang merosak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya, atau jika ada seorang lelaki merosak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan isterinya, lalu sang lelaki yang merosak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?
Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perosak dengan wanita korban tindakan perosakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perosak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perosakannya harus dibatalkan, baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi. Alasan Mâlikiyyah dalam hal ini adalah:

Demi menerapkan hadîts yang menjadi kajian kita kali ini.
Agar tidak menjadi preseden buruk bagi munculnya kasus-kasus lain yang serupa, demi menjaga keutuhan rumah tangga kaum muslimin.
Baca Juga : Kisah Nyata : Isteri Yang Berkhianat Pada Suami Dan Berzina Akibat Facebook

iii. Hal ini terhitung dalam kategori kaidah fiqih: man ta’ajjala syai-an qabla awânihi ‘ûqiba bihirmânihi (siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum saatnya, maka ia dihukum dengan tidak diperkenankan mendapatkan sesuatu itu). Kaidah ini pada asalnya berlaku bagi seseorang yang melamar dengan kata-kata sharîh seorang wanita yang masih dalam masa iddah (tunggu) pasca kematian suaminya. (Q.S. Al-Baqarah: 235).

Logikanya, jika melamar dengan kata-kata sharîh terhadap seorang wanita yang masih dalam masa iddah karena kematian suaminya saja tidak dibenarkan, padahal dalam hal ini tidak ada aspek perosakan yang berakibat terciptanya perceraian wanita itu dari suaminya (karena memang suaminya telah meninggal), maka, jika ada seseorang yang merosak seorang wanita yang masih bersuami, sehingga tercipta perceraian wanita itu dari suaminya, hukumnya tentunya lebih berat daripada yang dimaksud dalam kaidah fiqih ini. Untuk itulah, jika akan terjadi pernikahan antara sang lelaki perosak hubungan dengan wanita “korban” tindakan perosakannya, maka, hal ini harus dicegah, dan jika sudah kadung terjadi pernikahan di antara keduanya, maka, pernikahan itu harus dibatalkan.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah: ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perosakan seorang lelaki, menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perosak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini, walaupun, secara hukum fiqih, pendapat Jumhur lebih kuat, akan tetapi, pendapat Mâlikiyyah, perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?
Para ulama’ berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini, jika ada yang melakukan, maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr (hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat, hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dipublikasikan perbuatannya, agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî).

Catatan Lain

Ada satu hal yang menarik untuk dicatat di sini, yaitu tentang sikap para ulama’ saat menyebutkan hadîts ini.

Sebagian mereka mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab “orang yang merosak hubungan suami isteri ”, tanpa embel-embel ancaman dalam kalimat babnya. Seperti yang dilakukan oleh Imam Al-Nasâ-î dan Al-Bazzâr.

Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab yang mengandung kalimat ancaman, seperti: al-zajr (penjelasan untuk membuat jera), al-tasydîd (peringatan keras), sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Ibn Hibbân dan Imam Al-Baihaqî.

Yang menarik adalah ada sebagian ulama’ yang mengkategorikan hadîts ini ke dalam bab makar dan tipu daya, sebagaimana yang dilakukan oleh kitab kanz al-‘Ummâl.

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, amin

sumber:jagungmanis.com

SUBHANALLAH….!!! INILAH 13 KELEBIHAN MEMBACA SURAH AL-FATIHAH YANG PERLU KITA KETAHUI…[[SEBARKAN]] SEMOGA BERMANFAAT…

SUBHANALLAH….!!! INILAH 13 KELEBIHAN MEMBACA SURAH AL-FATIHAH YANG PERLU KITA KETAHUI…[[SEBARKAN]] SEMOGA BERMANFAAT…

Setiap kita membaca ayat – ayat al quran pasti ada malaikat yang menulis pahala untuk kita, tapi taukah anda selain mendapat pahala membaca tiap ayat al quran Allah meletakkan kelebihan – kelebihan tersendiri pada setiap huruf, ayat, bahkan surat dalam al quran, seperti kelebihan membaca surat al fatihah berikut ini:

Dengan melihat hadis-hadis dalam kitab Khazinatu al-Asrar hal. 108-115, dapat disimpulkan beberapa kelebihan membaca surah al-Fatihah, antara lain:

1. Diampuni dosa
2. Diterima kebaikan
3. Aman dari Marah Allah swt.
4. Dibebaskan lidah pembacanya dari Api neraka
5. Terlepas dari azab kubur, azab neraka, dan azab hari kiamat
6. Berjumpa dengan Allah swt. sebelum para ambiya dan para Aulia

7. Orang yang membaca al-Fatihah seolah ia telah membaca kitab taurat, injil, zabur, al-Quran, suhuf Idris As., Dan suhuf Ibrahim As. tujuh kali.

8. Mendapat darjat yang tinggi dalam syurga.
9. Orang yang membaca al-Fatihah seolah ia telah menyedekahkan emas di jalan Allah swt.
10. Setiap satu ayat dari al-Fatihah menjadi penutup satu pintu neraka
11. Rumah yang dibacakan surah al-Fatihah dan surah al-Ikhlas tidak akan ditimpa kefakiran dan banyak kebaikan.
12. Membaca surah al-fatihah, ayat kursi, dan dua ayat dari ali Imran setiap selesai solat akan dibalas oleh Allah swt. dengan syurga, dipandang oleh Allah swt. 70 kali setiap hari, ditunaikan hajat, dimenangi dari musuh dan pendengki.
13. Membaca al-Fatihah dan surah al-Ikhlas sebelum tidur akan mendapat keselamatan dari apa-apa kecuali maut.

Jadi apa yang membuat kita malas membaca al quran? bukankah setiap hurufnya diberi pahala oleh Allah, mari kita biasakan membaca al quran, sekurang – kurangnya one day one ayat, kalo sanggup one day one juz, semoga kita semua termasuk orang – orang yang gemar membaca al quran, dan masuk syurgaNYA kelak di hari kiamat . Aamiin

Wallahu A’lam.

sumber:apacerita.my